Kisah Inspiratif Penjual Mie Ayam yang Ikut Bantu Cerdaskan Bangsa

Kisah Inspiratif Penjual Mie Ayam yang Ikut Bantu Cerdaskan Bangsa

Kisah Inspiratif Penjual Mie Ayam yang Ikut Bantu Cerdaskan Bangsa

Berjualan bakso dan mie ayam adalah aktivitas keseharian dari Suyanto. Namun, selain berjualan bakso dan mie ayam, beliau rupanya juga aktif dalam komite sekolah di SMPN 8 Bontang. Meski bukan seorang guru, nyatanya beliau juga turut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh sebab itulah, ia patut menerima asuransi wakaf Allianz!

Pekerjaan Utama adalah Penjual Bakso dan Mie Ayam

Sosok sederhana Suyanto sehari-hari bekerja sebagai pedangan bakso dan mie ayam. Warung bakso dan mie ayam yang dimiliki Suyanto beralamat di Jl. Berlian Nomor 1, RT 17, Kelurahan Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan atau lebih tepatnya ada di belakang Hotel Andika.

Hal yang membuat unik warung bakso dan mie ayam Suyanto ini adalah warungnya berfungsi ganda. Maksudnya, warung tersebut tak hanya digunakan sebagai warung makan saja, namun juga digunakan untuk tempat membaca. Yup! Warung makan ini dilengkapi dengan perupustakaan mini yang menyediakan beragam bahan bacaan.

Jadi, sembari menunggu pesanan datang, para pembeli yang datang bisa sambil membaca buku di sana. Ada banyak jenis buku yang bisa ditemui di warung bakso dan mie ayam Suyanto ini. Namun, yang paling banyak adalah buku tentang Islam. Selain bisa membuat pembeli tak bosan menunggu, juga bisa menambah wawasan para pembaca dan pembelinya.

Ide membuat perpustakaan mini di warung bakso dan mie ayam miliknya ini sebenarnya sudah lama hadir bahkan sebelum ia memiliki warung sendiri. Dulunya, ia hanya bekerja sebagai seorang tukang bangunan yang penghasilannya tak menentu. Setelah itu, ia banting setir dan membuka usaha sendiri.

Meski tanpa skill yang mumpuni, namun langkah Yanto tak pernah surut dalam membangun usahanya. Awalnya, Suyanto nyaris merugi karena bakso dan mie ayam yang dibuatnya tak laku. Kebanyakan orang beralasan makanan yang dijualnya tak enak. Mulai dari kritik tersebut, ia membuat program menggratiskan makanan setiap malam jumat.

Di setiap malam jumat, para tamu yang datang makan gratis dimintainya pendapat mengenai hal yang harus ia lakukan agar membuat bakso dan mie ayam miliknya jadi laku. Nah, inilah yang jadi titik balik dari usaha Suyanto. Ia bertemu dengan seorang yang memberikannya kesempatan untuk belajar di Cafe Singapore tentang bumbu pembuatan bakso dan mie ayam.

Akhirnya, setelah mampu membuat bakso dan mie ayam yang enak, dagangannya mulai laris dan ia kerap menerima pesanan. Namun, keberhasilannya tak membuatnya tinggi hati. Ia malah terus maju dan membuat banyak inspirasi untuk orang di sekitarnya, termasuk dengan membuka perpustakaan mini di warung bakso miliknya yang kerap didatangi anak-anak.

Asuransi Allianz Wakaf

Dengan usahanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di sekitarnya, tak salah bahwa sosok pedagang bakso dan mie ayam, Suyanto ini menerima anugerah asuransi Allianz wakaf. Asuransi ini bisa memberikan perlindungan untuk Suyanto dan keluarga di hari kemudian.

Selain itu, dengan asuransi ini, Anda juga mendapat banyak manfaat. Salah satunya adalah manfaat untuk bisa terus mendapatkan pahala selagi uang wakaf dari polis asuransi itu digunakan si penerima dan bermanfaat baginya.

Nah, jadi tak salah bahwa sosok Suyanto bisa menerima anugerah asuransi wakaf dari Allianz. Meski yang dilakukannya sangat sederhana, namun ia bertekad untuk membantu mencerdaskan kehidupan bangsa. Tak banyak orang di sekitar yang sedia melakukan hal ini. Kebanyakan hanya peduli dengan diri sendiri. Tindakan Suyanto tentu pantas diapresiasi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *