Pingin Jadi Koki? Siapkan ini dulu

Koki. Kalau mendengar kata ini kamu pasti langsung teringat sosok gagah dengan pakaian putih, celana hitam, serta topi tinggi yang sering berada di dapur. Kalau kamu sering atau pernah sesekali mampir ke restoran atau hotel, pasti sering menyantap berbagai hidangan lezat yang disediakan. Nah, para koki inilah yang bertanggung jawab atas segala santapan lezat yang kamu makan itu.

Dulu, pekerjaan yang identik dengan masak-memasak ini belum terlalu populer. Bahkan cenderung diremehkan. Kebanyakan koki adalah pria. Padahal pekerjaan memasak biasa dilakukan wanita. Tapi itu hanya anggapan jaman dulu. Karena sekarang koki adalah salah satu pekerjaan bergengsi. Bayangkan saja, koki bisa  saja bekerja di dapur hotel atau restoran bintang lima. Tidak hanya itu, terkadang para koki ditugaskan untuk membuat hidangan di pesta-pesta besar.

Saat ini koki lebih dikenal dengan sebutan chef. Mungkin karena pengaruh dari seringnya istilah  chef  digunakan saat acara masak-masak di televisi. Buat kamu yang suka masak dan sering bikin hidangan kreatif, engga ada salahnya mencoba profesi ini. Selain bergengsi, gaji yang akan kamu dapatkan tidak sedikit. Namun, untuk menjadi chef  tidak bisa dikatakan mudah. Ada beberapa hal yang harus kamu siapkan, seperti berikut ini.

  1. Pilih jalur yang ditempuh

Untuk menjadi seorang chef, ada beberapa jalur yang bisa kamu tempuh. Mulai dari pendidikan formal atau beragam pengalaman memasak di dapur. Kamu mungkin bertanya-tanya seperti apa pendidikan formal untuk para chef itu. Pendidikan formal yang dimaksud adalah sekolah kuliner. Salah satunya adalah pendidikan tata boga yang sudah banyak tersedia di sekolah kejuruan.

Dengan menempuh sekolah kuliner terlebih dahulu, banyak manfaat yang bisa kamu dapat. Kamu bisa belajar cara memasak yang benar, mempelajari variasi rasa dan memperkaya ilmu akan bahan masakan. Setelah lulus pun, kamu bisa saja mendapat rekomendasi bekerja di restoran atau hotel ternama dari sekolah atau gurumu. Karena kebanyakan pengajar di sekolah ini sudah punya koneksi dengan tempat-tempat tersebut.

Selain jalur pendidikan formal, kamu bisa mempersiapkan diri dengan memperbanyak pengalaman di dapur. Dalam hal ini, kamu memulai dengan bekerja di tempat makan kaki lima atau lainnya. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan pengalaman di dapur sebanyak-banyaknya.

Jalur ini bisa dibilang cukup efektif. Karena kamu bisa mendapat pengalaman bekerja di dapur secara langsung, sehingga akan terbiasa dengan masalah dan tekanan. Sama seperti pendidikan formal, kamu juga bisa mendapat mentor dari juru masak yang sudah senior di tempatmu. Mereka juga bisa merekomendasikan restoran dan hotel terbaik untukmu. Sebagai bonus, kamu bisa mengumpulkan uang dari hasil bekerja di dapur tersebut.

Tidak ada yang salah atau paling baik, karena kedua jalur ini sama-sama memiliki manfaat untukmu yang akan memulai profesi koki. Tinggal sesuaikan dengan kemauan dan kemampuan saja.

  1. Banyak berlatih di rumah

 Tidak hanya banyak belajar di luar, kalian juga harus melatih kemampuan memasak di dapur rumah. Kenapa? Karena memasak di rumah berbeda dengan dapur restoran atau di sekolah kuliner. Kamu akan lebih bebas dalam mengembangkan teknik memasak. Memasak di rumah juga bisa melatih kepercayaan dirimu saat menggunakan peralatan dapur.

Kamu bisa membuat masakan dengan resep sendiri atau memasak ulang makanan yang pernah kamu coba di tempat yang pernah kamu datangi. Selain itu, bisa juga dengan mengulang apa yang telah kamu pelajari dari mentor di tempat kerja atau sekolah kuliner. Dengan begitu, saat menjadi koki nanti kamu akan terbiasa untuk membuat masakan baru.

  1. Siapkan asuransi yang sesuai

Ya, asuransi. Meski memasak itu menyenangkan, tetap saja penuh risiko. Di dapur, kamu akan dituntut untuk memasak beragam jenis masakan dengan cepat dan tepat. Terlambat sedikit saja kadang bisa membuat pelanggan merasa kesal. Hal tersebut seringkali membuat koki lupa akan keselamatan diri sendiri. Padahal banyak peralatan dapur yang kalau tidak digunakan dengan hati-hati, dapat melukai diri mereka.

Karena itu, sangat penting bagi chef untuk memproteksi diri dengan asuransi. Salah satu yang disarankan adalah asuransi kecelakaan. Yang paling banyak terjadi di dapur adalah kecelakaan kerja. Misalnya terkena api atau terkena pisau..

Ada baiknya, kamu juga belajar mengenai informasi asuransi terkait profesi kamu di portal asuransi seperti Lifepal.

Itulah hal-hal yang harus kamu persiapkan dulu sebelum menjadi seorang chef. Yang paling penting adalah kemauan untuk terus belajar dan berusaha. Konsisten untuk terus maju adalah kunci penting dalam meraih sesuatu.

 

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *