Selain Keuntungan yang Didapat, Kenali Juga 3 Resiko Dari Reksadana

Reksadana adalah termasuk dalam salah satu alternatif investasi terpercaya untuk masyarakat pemodal termasuk di dalamnya pemodal kecil serta pemodal yang tidak mempunyai waktu dan juga keahlian terkait investasi mereka. Wadah ini dibentuk dan disesuaikan untuk semua kalangan agar dapat menghimpun dana dari masyarakat yang mempunyai modal dan memiliki keinginan untuk menjalankan investasi, namun waktu dan pengetahuan yang dimilikinya terbatas. Selain itu, wadah ini juga memiliki harapan besar agar bisa mengangkat tingkat peran pemodal lokal dalam berinvestasi pada pasar modal Indonesia.

Secara garis besar, wadah untuk para pemodal ini dibagi dalam empat jenis Reksadana. Empat jenis tersebut adalah instrumen saham, instrumen campuran, instrumen pendapatan tetap, dan instrumen pasar uang. Masing-masing instrumen dipilih oleh para pemodal untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan serta disesuaikan dengan kebutuhan pemodal.

Wadah pemodal ini memiliki acuan hukum yang berlandaskan Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27)  dengan penjelasan bahwa “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi”. Terdapat tiga hal yang berkaitan dengan definisi undang-undang tersebut yaitu, terdapatnya dana dari masyarakat pemodal, dana dari masyarakat pemodal akan diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek, serta dana dari masayarakat pemodal akan langsung dikelola oleh manajer investasi.

Dengan landasan hukum yang kuat tersebut, tingkat kepercayaan untuk wadah ini sudah tidak perlu diragukan lagi sehingga merupakan keuntungan Reksadana yang menjadi poin penting untuk masyarakat pemodal untuk melakukan investasi dalam wadah tersebut. Sangat penting bagi anda untuk memilih wadah investasi yang dapat dipercaya demi menghindari hal-hal yang tidak anda inginkan dan memperbesar peluang keuntungan anda.

Sama seperti wadah investasi lainnya, tempat ini juga memiliki risiko yang mungkin menjadi hambatan anda dalam berinvestasi. Berikut merupakan tiga risiko yang mungkin muncul.

1. Risiko berkurangnya nilai unit penyertaan

Risiko berkurangnya nilai unit penyertaan dapat dipengaruhi dari turunnya harga Efek seperti saham, obligasi, maupun surat berharga lainnya yang termasuk ke dalam portfolio.

2. Risiko likuiditas

Risiko likuiditas berhubungan dengan kesulitan yang diterima manajer investasi apabila mayoritas pemegang unit menjual kembali (redemption) unit-unit yang telah dipegang oleh manajer investasi.

3. Risiko wanprestasi

Risiko wanprestasi adalah termasuk dalam risiko terburuk yang memungkinkan risiko ini bisa timbul saat perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan tidak dengan secepatnya membayar ganti rugi maupun membayar dengan nilai lebih rendah ketika terjadi pertanggungan dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Perihal tersebut bisa semacam wanprestasi oleh berbagai pihak terkait dengan wadah ini, pialang, bank kustodian, agen pembayaran, atau bencana alam, yang dapat menyebabkan penurunan NAB (Nilai Aktiva Bersih).

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *